Jaluritu diyakini akan mengurai kemacetan di Kota Kendari. Kini progres proyek pembangunan inner ringroad sekira 50 persen lebih. Wali Kota Sulkarnain menjelaskan, tujuan utama pembangunan inner ringroad yakni untuk mengurai kemacetan yang kerap dialami warga. Tepatnya di Jalan MT Haryono (Pasar Baru - Kampus Baru) dan Jalan ZA Sugianto (Depan Jikakota-kota sudah merasakan kekurangan lahan di atas dan bawah tanah, itu saatnya membangun sarana di udara. Para ahli yakin akan hal itu. Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, berpendapat, ini pasti kunci penting bagi mobilitas masa depan, karena dapat menyelesaikan banyak masalah. Sekarang semakin banyak proyek lalu lintas Padatahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman, Semarang, Bandung, Malang, Jakarta), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis. DPRDKota Bandung menyarankan diberlakukan sistem ganjil genap bagi mobil pribadi. Dishub Kota Bandung Pertimbangkan Saran Penerapan Ganjil-Genap untuk Urai Kemacetan | Republika Online REPUBLIKA.ID AA A. JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggelar seminar publik dengan tajuk 'Masa Depan Pemberdayaan Kampung Kota di Jakarta' secara hybrid. Seminar ini digelar sebagai persiapan Pemprov DKI membuat peta jalan penataan kampung Jakarta di masa yang akan datang. Seminar publik ini mengundang berbagai narasumber dan pakar untuk memperkaya Vay Tiền Online Chuyển KhoáșŁn Ngay. Andreas Diantoro Oleh Andreas Diantoro, Managing Director, PT SAP Indonesia Kota-kota dikatakan sebagai jaringan interaksi manusia yang kompleks, penuh dengan infrastruktur dan sistem yang mendorong kemajuan untuk kebaikan bersama. Namun, cukup sering, kita mendapati hidup di kota-kota mahal, penuh sesak dengan lalu lintas, penuh dengan polusi dan penuh dengan kompleksitas sosial. Apa gunanya kota bagi warganya jika tidak layak sebagai tempat tinggal? Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB memperkirakan bahwa saat ini, lebih dari 55 persen orang Indonesia tinggal di kota-kota; dan dengan laju urbanisasi saat ini 2,3 persen, pada tahun 2030, lebih dari 73 persen orang Indonesia akan tinggal di kota. Ini berarti bahwa hanya dalam 10 tahun, wajah kota-kota Indonesia akan berubah karena akan ada tekanan besar pada infrastruktur perkotaan dan layanan publik untuk disampaikan pada kecepatan yang lebih cepat dan lebih besar. Dengan ini, banyak kota di Indonesia telah mulai mengimplementasikan inisiatif 'kota pintar' di bawah visi Presiden Joko Widodo, “Menuju 100 Kota Pintar” yang diluncurkan pada tahun 2019. Balikpapan, misalnya, memiliki rencana utama untuk meningkatkan sejumlah program termasuk jaringan informasi, kualitas reformasi sumber daya manusia dan birokrasi. Menurut Agus Budi, Sekretaris Bappeda Kota Balikpapan, tujuannya adalah untuk memberikan layanan publik yang lebih baik dan lebih efisien kepada masyarakat. Mereka ingin meraih status kota pintar pada 2021 dan sedang dalam perjalanan transformasi. Dan, dengan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, Indonesia memiliki peluang unik untuk mengembangkan kota pintar dari bawah ke atas. Sementara, ide menciptakan kota pintar telah meraih imajinasi populer dengan teknologi seperti mobil otonom atau mengemudi sendiri; jaringan listrik pintar, bahkan bangunan pintar yang bisa sendiri penggunaan energi sendiri, apa sebenarnya yang membuat sebuah kota pintar? Di SAP, kami mendefinisikan kota pintar sebagai yang mencakup spektrum penuh interaksi manusia termasuk tata kelola; kondisi kehidupan warganya; lingkungan dan infrastruktur; mobilitas; dan pertumbuhan ekonomi. Sebuah kota yang ada untuk warganya. Yang membawa kita pada bagaimana SAP memenuhi tujuannya di Indonesia - untuk membantu menjadikan bisnis dan pemerintah berjalan lebih baik dan meningkatkan kehidupan warganya. Desain dan implementasi yang tepat dapat menjadikan kota-kota seperti Jakarta tempat yang bagus untuk hidup - tidak hanya ditentukan oleh kekayaannya, tetapi juga oleh kesejahteraan yang ditawarkannya untuk saat ini dan masa depan. Kesejahteraan Dimulai dengan lalu lintas yang lebih baik dan solusi berbasis data Banyak proyek kota pintar yang sukses dimulai dengan meringankan titik rasa sakit masyarakat menggunakan data dan sistem informasi yang terhubung untuk membentuk dasar untuk perbaikan. Mengatasi kesengsaraan lalu lintas, misalnya, tantangan besar bagi banyak kota di Indonesia, termasuk Jakarta. Pengemudi di sini menghabiskan lebih dari seperempat waktu tempuhnya dan rata-rata berhenti dan dimulai per tahun - tertinggi di dunia. Infrastruktur dan kemacetan yang tidak memadai menghabiskan sekitar US $ 5 miliar per tahun untuk konsumsi bahan bakar, biaya operasi kendaraan, nilai waktu, dan polusi udara. Lalu bagaimana Jakarta mengatasi masalah kemacetan lalu lintasnya? Jawaban yang jelas adalah untuk penggunaan data yang lebih besar untuk perencanaan kota untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan membuat keputusan cerdas tentang tempat berinvestasi dana untuk mengurangi lalu lintas di jalan-jalan. Dalam hal ini, Jakarta dapat belajar dari pengalaman Nanjing, bekas ibukota Cina dan salah satu dari 20 kota teratas di negara ini dengan populasi hanya lebih dari 8 juta. Volume lalu lintas di kota sangat besar dan mencerminkan situasi di Jakarta. Nanjing memiliki sekitar taksi, bus, dan 1 juta mobil pribadi yang berjalan melalui jaringan jalan kota. Bandingkan angka-angka ini dengan Jakarta, yang hampir dua kali lipat menjadi 137 juta kendaraan di jalan pada tahun 2017, dalam kurun waktu hanya 10 tahun. Untuk membantu mengatasi volume lalu lintas, Nanjing mengembangkan sistem lalu lintas pintar generasi berikutnya yang mencakup penggunaan sensor dan chip identifikasi frekuensi radio RFID untuk menghasilkan aliran data berkelanjutan tentang status sistem transportasi di seluruh kota. Kota ini menggunakan SAP IoT dan SAP HANA untuk menganalisis pola pergerakan lalu lintas secara real time. Total lebih dari 20 miliar data sensor dihasilkan setiap tahun di kota. Data ini dikombinasikan dengan data lain seperti perilaku perjalanan individu, harga tiket, kondisi jalan, dan aksesibilitas area. Analitik lalu lintas cerdas menggunakan algoritme analitik canggih membantu kota memahami data. Sementara Jakarta telah menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas - MRT Jakarta yang lebih besar, sistem transit kereta api ringan, sistem bus Transjakarta, kereta api bandara dan kereta commuter - manajemen yang lebih baik dan integrasi sistem transportasi umum dengan penggunaan mobil pribadi sangat dibutuhkan. Sistem manajemen lalu lintas yang digerakkan oleh data mungkin tidak hanya meningkatkan kehidupan warga Jakarta, tetapi juga dapat membantu meningkatkan produktivitas, menarik investasi baru, dan menarik bakat global ke kota. Kekayaan Menimbang manfaat biaya urbanisasi Urbanisasi yang cepat membawa perubahan, dan sebuah kota harus siap untuk menangani tantangan itu secara cerdas untuk keuntungan kolektif dan daya saing. Ketika dunia menjadi semakin tanpa batas, kota-kota akan memainkan peran penting dalam menarik bakat - dikatakan sebagai bentuk baru kekayaan. IMD World Competitiveness Center’s Smart Cities Index telah menguraikan bahwa keuntungan ekonomi dari kota-kota pintar akan menarik mereka lebih jauh dari poros kekayaan, dengan alasan bahwa “Realitas ekonomi tidak dapat diabaikan kota-kota di negara-negara miskin menghadapi kerugian, yang akan memerlukan tindakan khusus untuk mengoreksi sepanjang jalan menuju kecerdasan." Kota terbesar ketiga di Indonesia, Bandung, dengan cepat memanfaatkannya. Dengan dukungan dari Asian Development Bank ADB, universitas-kota telah mengembangkan, antara lain, platform data visual cerdas yang disebut 'ur-scape' yang merupakan alat perencanaan kota yang diarahkan untuk meningkatkan proses penganggaran dan pengambilan keputusan saat mengintegrasikan informasi dari tingkat rumah tangga, lingkungan, kota dan regional. Dengan ini, kota ini lebih efisien dalam perencanaan dan pelacakan tujuannya untuk memberikan tata kelola dan efisiensi yang lebih baik kepada konstituennya. Dianggap sebagai “techpolis” yang akan datang, Bandung siap memanfaatkan talenta masa depan yang menarik sementara menghubungkan infrastruktur virtual dan fisik kotanya, sekaligus menerjemahkannya ke dalam nilai ekonomi baru. Sementara, sumber daya keuangan perlu diprioritaskan, kota tidak boleh menghindar dari kota pintar karena takut biaya tinggi. Untuk mencapai tujuan ini, kota pintar dapat memilih untuk memulai dan melanjutkan, untuk mengukur pendekatannya untuk mengurangi risiko dan biaya investasi. Sementara perjalanan transformasi kota yang cerdas mungkin tampak rumit, banyak rencana yang disusun dengan baik memiliki permulaan yang kecil. Ketika Indonesia melakukan urbanisasi, kota-kotanya akan mengalami tekanan yang semakin besar untuk menyediakan standar kehidupan yang lebih tinggi bagi warganya. Menurut World Bank Research, setiap 1 persen dari urbanisasi di suatu negara harus mengarah pada peningkatan yang signifikan dalam produk domestik bruto per kapita negara PDB. Namun, Indonesia dikatakan tidak menuai manfaat penuh dari urbanisasi - karena ekspansi PDB per kapita hanya 4 persen. Pengembangan kota pintar akan memerlukan perubahan dalam kebijakan, model bisnis dan adopsi teknologi yang berarti staf pemerintah perlu dilatih dan ditingkatkan untuk merangkul pola pikir baru. Saat para pemangku kepentingan kota melakukan dialog tentang bagaimana ia dapat mengatasi berbagai tantangannya dan menimbang manfaat-biaya sambil sisi melangkah beberapa kesalahan umum, SAP siap untuk mendukung dalam pengalaman digital ini, memberikan wawasan yang akurat dan real-time yang akan membantu kota meningkatkan pengalaman warga. UNDP Indonesia Sustainable Urban Development Strategy 2017. Available at Development of a Smart City Bahasa Indonesia. Available at The Worst Traffic in the World Is
 Available at Growth in Motor Vehicles by Type, National Statistics Organisation Bahasa Indonesia Growth in Motor Vehicles by Type, National Statistics Organisation Bahasa Indonesia Nanjing and SAP create Intelligent Traffic System in China. Available at What’s after the Gig Economy? Talent Economy. Forbes Online. Available at First edition of the IMD Smart City Index 2019, which ranks 102 cities worldwide - shows importance of citizens’ needs in policymaking. Available at Smart approaches to promote inclusive governance in Bandung, Available at Why Banding could be Indonesia’s Silicon Valley, BBC, Available at World Bank Urbanisation of Indonesia, Available at Indonesia Is Not Reaping the Full Benefits of Urbanization from Indonesia-Investments Available at - Belum lama ini, pemasok informasi lalu lintas Inrix merilis penilaiain lalu lintas global pada akhir 2021. Inrix melaporkan, kemacetan lalu lintas dan jalan raya secara global pada 2021 masih di bawah 2019. Namun, kenaikan dari level 2020 menandakan pemulihan ekonomi yang signifikan selama tahun daftar 7 kota paling macet di dunia, menurut Inrix 1. London Inrix menempatkan, London sebagai kota paling macet di dunia. Pengemudi rata-rata akan kehilangan 148 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. Meski hanya turun 1 persen, peringkat London jauh dibandingkan tahun lalu yang berada di urutan ke-16. Dalam data itu, diketahui bahwa waktu yang hilang akibat kemacetan di London mencapai 142 jam. Baca juga 10 Kota Terbaik untuk Ditinggali pada 2022 2. Paris Paris menempati peringkat kedua sebagai kota paling macet di dunia, turun dari peringkat keenam tahun lalu. Pengemudi rata-rata akan kehilangan 140 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. 3. Brussel Ibu Kota Belgia ini mencatatkan namanya sebagai kota paling macet ketiga di dunia. Padahal, Brussel sebelumnya berada pada urutan ke-25 secara global. Pengemudi di Brussel rata-rata akan kehilangan 134 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. 4. Moskow Sementara itu, Moskow yang merupakan ibu kota Rusia berada di peringkat empat kota termacet di dunia, sama seperti tahun lalu. Pengemudi di Moskow rata-rata akan kehilangan 108 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. Baca juga 10 Kota Terpadat di Dunia, Mana Saja? 5. New York City Inrix menempatkan New York City sebagai kota dengan tingkat kemacetan tertinggi kelima di dunia. Catatan ini lebih baik dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-3. Pengemudi di New York City rata-rata akan kehilangan 102 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. 6. Chicago Berada di urutan ke-6, pengemudi di Chicago rata-rata akan kehilangan 104 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. 7. Roma Ibu Kota Italia ini menempatkan namanya di peringkat ke-7, turun dari sebelumnya di peringkat ke-18. Pengemudi di Roma rata-rata akan kehilangan 107 jam terjebak dalam kemacetan sepanjang 2021. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Jakarta - Menuntaskan permasalahan kemacetan di Ibu Kota tak ubahnya seperti pungguk merindukan bulan alias menginginkan sesuatu hal yang tidak mungkin dapat terwujud. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah kebijakan dan pembangunan yang telah ditempuh tak kunjung mereduksi angka kemacetan yang saja pembangunan jalan layang, jalan tol, jalan layang non tol, masih belum mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta. Begitu pula dengan sejumlah aturan yang telah diterapkan, mulai dari menggunakan jalur khusus, sistem ganjil-genap, pelarangan motor, penertiban parkir, penertiban angkutan umum, pembebasan trotoar, mobil wajib memiliki garasi. Semua itu belum mampu mengurai pada saat yang sama, semua warga yang keluar dari rumah untuk pergi ke tempat kerja yang ada di Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, baik itu motor atau mobil. Lantas, sesampainya di Jakarta, semuanya juga berbenturan dengan penduduk yang telah menetap di Jakarta dan melakukan hal yang sama, dengan segala macam keperluan yang ada. Penggunaan transportasi massal pun diharapkan menjadi jawaban atas persoalan yang tak kunjung usai ini. Harapannya, sebagian besar masyarakat pengguna kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan transportasi umum yang telah transportasi umum yang diinginkan tentu saja bukan sembarang transportasi umum. Dengan mobilitas penduduk Jakarta yang serba cepat dan tinggi, diperlukan satu moda transportasi yang bisa mengantarkan penumpang dengan cepat, tanpa macet, bersih, nyaman, tertib dan teratur sehingga penumpang pun kini memiliki akan hal tersebut diyakini dibawa oleh transportasi mass rapid transit atau MRT yang akan membawa penumpang dalam jumlah banyak dengan pergerakan yang cepat. Mimpi tersebut kini semakin dekat dengan kenyataan seiring progres pembangunannya yang hanya menyisakan 10% pekerjaan lagi secara baru dibangun sepanjang 16 km, atau rute yang cukup pendek di kota seluas Jakarta, namun jalur MRT tahap I yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia HI diharapkan mampu memulai langkah nyata penuntasan kemacetan di Ibu Kota ke depan. Saat ini seluruh jalur MRT sepanjang 16 km itu telah tersambung antara jalur layang hingga bawah tanah. Jalur layang membentang dari Lebak Bulus hingga Jalan Sisingamangaraja sepanjang 10 km, sedangkan jalur bawah tanah membentang dari Senayan hingga Bundaran HI sepanjang 6 realisasi kerja secara keseluruhan yang telah mencapai 90,96% per akhir Januari 2018 lalu, detikFinance mencoba melihat secara langsung realisasi pengerjaan MRT di salah satu stasiun bawah tanahnya di Senayan. Stasiun Senayan merupakan stasiun bawah tanah pertama MRT Jakarta yang menjadi transisi dari jalur layang yang berakhir di Sisingamangaraja, dan kemudian terus turun ke bawah tanah menuju Stasiun Senayan. Pantauan detikFinance di lokasi, Kamis 8/2/2018, bentuk Stasiun Senayan yang berada persis di bawah Jalan Sudirman tersebut telah kelihatan. Dengan dimensi ruangan lebar 30 meter dan panjang 200 meter, pekerjaan Stasiun Senayan kini telah memasuki tahap mechanical, electrical dan arsitektural Stasiun Senayan kini telah mencapai 97% sedangkan pekerjaan mechanical dan electrical-nya telah mencapai 99,4%. Di dalam stasiun, akan disediakan sejumlah fasilitas seperti mesin pembelian tiket, eskalator, hingga lift bagi penumpang banyak pekerja yang mondar-mandir di stasiun ini, sehingga suasana pekerjaan pun tidak bising layaknya pekerjaan sebuah proyek yang sedang berlangsung. Pasalnya saat ini pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Para pekerja menggunakan sepeda, motor listrik hingga mobil listrik untuk mobilitasnya di bawah tanah karena tidak boleh ada bahan bakar di lokasi ini. Melihat terowongan yang membentang sepanjang 6 km dari Senayan hingga Bundaran HI rasanya tak sabar untuk menjajal kereta yang akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang dalam terowongan telah terbentang juga besi rel yang akan dipasang dengan bantalan rel sebentar lagi. Di sisi kiri terowongan ini ada jalur maintenance atau emergency yang bisa digunakan untun keadaan darurat atau terowongan kini sudah selesai 100% dan tinggal menunggu penyelesaian pemasangan rel yang kini telah mencapai Dukuh Atas. Terowongan ini terbuat dari beton yang diproduksi oleh Wika Beton dan konstruksinya diyakini bisa tahan hingga 100 tahun rel sendiri akan selesai pada awal bulan depan. Pemasangan rel dikebut karena satu trainset kereta pertama bakal tiba dari Jepang dan akan segera diletakkan di atas rel yang telah akan ada total 16 trainset yang dimiliki MRT Jakarta, di mana 14 di antaranya akan dioperasikan sedangkan 2 sisanya sebagai cadangan. Satu trainset kereta memiliki 6 rangkaian dan bisa membawa sekitar 54 penumpang setiap satu kereta paling depan dan belakang kapasitasnya lebih sedikit karena ada ruang masinis. Dengan kapasitas per kereta akan mampu menampung 54 orang dalam kondisi semua penumpang duduk tidak ada yang berdiri, maka akan ada sekitar 300-an orang yang bisa diangkut dalam satu waktu tunggu atau headway nya pun hanya 5 menit saat peakhour, sehingga tak perlu takut untuk ketinggalan kereta. Terlebih jarak antar stasiun yang cukup pendek. Jarak tempuh Lebak Bulus hingga Bundaran HI pun dipastikan bisa tembus hanya dalam waktu 30 menit coba operasional trial run rangkaian kereta MRT Jakarta di jalur koridor 1 selatan-utara sendiri rencananya akan dimulai pada Desember 2018, sehingga pada Maret 2019 kereta sudah dapat dioperasikan untuk umum. Menariknya menggunakan MRT adalah model transportasinya yang akan terintegrasi dengan setiap kawasan di sekitar stasiun perhentiannya atau dikenal dengan istilah transit oriented development TOD. Ini juga yang akan menjadi bisnis perusahaan MRT Jakarta selain layanan transportasi dan area Jakarta sendiri akan kembali melakukan survei ridership terbaru tahun ini untuk menghitung biaya perjalanan yang akan dikenakan untuk menjajal kereta ini. Survei terakhir di tahun 2013, harga tiket diperkirakan sekitar Rp 20 ribu belum mendapat subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.Pembangunan MRT Jakarta sendiri telah mengorbankan kemacetan lantaran ada pekerjaan konstruksi yang dilakukan di tengah kepadatan lalu lintas. Namun pengorbanan tersebut diharapkan sebanding dengan hasil yang diharapkan moda transportasi ini telah diidamkan sejak tahun 1980. Ada lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus yang telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem Mass Rapid Transit MRT di Jakarta. Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik 1997-1999. Pengerjaan pada desain dasar untuk tahap pertama dari proyek ini dimulai pada akhir 2010. Namun proses tender baru berlangsung pada akhir 2012, ketika gubernur baru Jakarta saat itu, Joko Widodo Jokowi ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Di tahun 2013, Jokowi akhirnya mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan dan terdaftar sebagai salah satu proyek prioritas dalam anggaran kota Jakarta tahun 2013. Groundbreaking MRT Jakarta kemudian dilakukan pada bulan Oktober 2013. Dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun ini, pekerjaan kini tinggal menyisakan 10% lagi untuk bisa beroperasi di Maret 2019. eds/ang Kemacetan dan Masa Depan Kota Tesis Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial lihat misalnya Morlock, 1985. Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula. Argumentasi Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates. Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata seperti Malioboro, Prawirotaman, Semarang, Bandung, Malang, Jakarta, serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis. Pengegasan Ulang Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis. Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi Unsur Kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks eksposisi adalah ciri kebahasaan yang digunakan dalam pembuatan teks eksposisi. Adapun kaidah kebhasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut. 1. Pronomina Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona. Pronomina Persona kata ganti orang yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para. Contoh pada teks tidak terdapat pada teks Pronomina Nonpersona kata ganti bukan orang yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa. Contoh pada teks 1. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini 2. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis. 2. Kata Leksikal Nomina, Verba, Adjektiva, Adverbia A. Nomina kata benda Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll. Contoh pada teks 1. pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa 2. Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan B. Verba kata kerja Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis afiksasi, reduplikasi, komposisi. Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll. Verba turunan merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis afiksasi, reduplikasi, komposisi. Contohnya melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cuci muka, mempertanggungjawabkan, dll. Contoh Pada Teks 1. pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal. 2. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang 3. Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, 4. Dalam beberapa kesempatan menjelaskan bahwa C. Adjektiva kata sifat Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya cantik, gagah, indah, menawan, berlebihan, lunak, lebar, luas, negatif, positif, jernih, dingin, jelek, dan lain-lain. Contoh pada teks [tidak terdapat dalam teks] D. Adverbia kata keterangan Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain. Contoh pada teks 1. kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat. Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur. Adapun berikut adalah beberapa jenis konjungsi dan contohnya yang biasa kita temukan didalam sebuah teks eksposisi. Konjungsi waktu sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu. Konjungsi gabungan dan, serta, dengan. Konjungsi pembatasan kecuali, selain, asal. Konjungsi tujuan agar, supaya, untuk. Konjungsi persyaratan kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila. Konjungsi perincian yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni. Konjungsi sebab akibat karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya. Konjungsi pertentangan tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan. Konjungsi pilihan atau. Konjungsi penegasan/penguatan bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun. Konjungsi penjelasan bahwa. Konjungsi perbandingan bagai, seperti, ibarat, serupa. Konjungsi penyimpulan oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian. Contoh pada teks 1. Konjungsi pertentangan a. Didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan 2. Konjungsi penjelasan a. Menjelaskan bahwa, pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota. 3. Konjungsi sebab akibat a. Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup interna b. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa menganalisistekseksposisi Daya tarik perkotaan sebagai penyedia berbagai fasilitas sosial, bisnis, dan budaya yang membuka peluang ekonomi melahirkan urbanisasi. Hal ini telah terjadi di berbagai negara, khususnya negara berkembang yang membutuhkan tenaga kerja dan memiliki target pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun tidak semua negara siap menanggapi isu urbanisasi ini. Urbanisasi akan meningkat seiring dengan kebutuhan akan perjalanan dan dengan ketidaksiapan fasilitas transportasi, kemacetan umumnya terjadi. Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan yang sudah lama terjadi di kota-kota besar Indonesia. Tidak hanya Jakarta, laporan Bank Dunia tahun ini menyebut kota-kota besar lainnya seperti Padang, Sumatra Barat; Malang, Jawa Timur; Pontianak, Kalimantan Barat; Bengkulu; dan Yogyakarta termasuk ke dalam kota dengan rasio waktu kemacetan tertinggi. Kemacetan menghabiskan banyak waktu keseharian masyarakat. Ambil contoh di ibu kota Jakarta. Setiap tahunnya masyarakat Jakarta menghabiskan lebih dari 400 jam di jalan. Tidak berbeda dengan Jakarta, di kota lain seperti Padang dan Yogyakarta, seperempat waktu perjalanan mereka habis di tengah kemacetan. Salah satu penjelasan mengapa kemacetan terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta, adalah karena fenomena urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Untuk mengatasinya diperlukan upaya dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat. Kompleksitas dan kemacetan kota besar di Indonesia Hubungan antara pola ruang antar kawasan, urbanisasi, motorisasi, dan infrastruktur jalan, serta angkutan umum merupakan penyebab terjadinya kemacetan di daerah perkotaan di Indonesia. Total kerugian yang diciptakan oleh kemacetan di 28 kota di Indonesia mencapai Rp56 triliun. Jakarta menanggung sekitar Rp36 triliun dari jumlah itu. Tidak hanya kerugian ekonomi, dampak dari kemacetan terbukti berpengaruh terhadap meningkatnya stres, penurunan kesehatan masyarakat, dan meningkatnya polusi udara Daerah perkotaan menyediakan fasilitas sosial, bisnis, dan budaya serta peluang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Urbanisasi berkembang sebagai usaha mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan mendorong meningkatnya kebutuhan akan perjalanan sehingga perlu diakomodasi dengan penyediaan infrastruktur transportasi. Jika tidak berhasil diakomodasi, akan timbul kemacetan. Oleh karena itu, urbanisasi menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kemacetan. Hal ini bisa kita lihat terjadi di Jakarta. kegiatan ekonomi Jakarta yang bergantung pada daerah penyangganya, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, telah menciptakan arus lalu lintas yang signifikan dan kemacetan di dalam Jakarta. Hal ini diperburuk dengan semakin banyak orang yang menggunakan kendaraan bermotor dan belum tersedianya angkutan umum massal yang handal antar kawasan. Perilaku individu dalam memenuhi kebutuhan perjalanannya ikut andil dalam menyebabkan kemacetan. Tuntutan kesesuaian dengan gaya hidup, dukungan terhadap aktivitas pekerjaan, serta kualitas layanan transportasi publik yang kurang memadai menjadi pendorong orang menggunakan kendaraan pribadi. Solusi dari pemerintah dan tantangannya Pemerintah bukan tanpa usaha dengan meningkatkan investasi terhadap transportasi perkotaan. Bahkan di Jakarta, sejak awal 2010 hingga saat ini, pemerintah terus meningkatkan jaringan kereta commuter line Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang saat ini telah mengangkut lebih dari 300 juta penumpang setiap tahunnya atau naik hampir 50% dibanding jumlah penumpang tahun 2010 yang mencapai 203 juta orang. Pada akhir 2018, Moda Raya Terpadu MRT hadir di DKI Jakarta yang kemudian akan diikuti dengan fase selanjutnya. Proyek LRT yang sedang berlangsung juga merupakan bentuk usaha untuk menambah aksesibilitas di kawasan Jabodetabek. Usaha serupa juga dilakukan di kota-kota lain seperti Surabaya, Jawa Timur; Medan, Sumatra Utara; dan Bandung, Jawa Barat. Pemerintah terus bersiap untuk menyediakan angkutan massal berbasis rel di kota-kota ini. Selain angkutan berbasis rel, sejak 2013 pemerintah telah mengembangkan angkutan bus dengan sistem semi–bus rapid transit, di lebih dari 20 kota di Indonesia. Hal ini juga bukan tanpa tantangan. Misalnya, kurangnya daya tarik masyarakat terhadap transportasi publik dan mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi menjadi masalah dalam pengoperasian angkutan ini. Solo dan Semarang di Jawa Tengah yang telah terbukti berhasil menjalankan sistem angkutan ini secara berkelanjutan. Kebijakan-kebijakan jangka pendek dan berkelanjutan juga diambil untuk mengatasi kemacetan. Kebijakan ganjil-genap di Jakarta, misalnya. Kebijakan ini membatasi kendaraan bermotor berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap. Pro dan kontra terjadi di masyarakat, terutama bagi para pengguna yang merasa hak mobilisasinya dibatasi. Pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah kemacetan. Namun, upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan dari masyarakat. Mulai dari hal kecil Kesadaran masyarakat untuk berkontribusi mengurangi kemacetan adalah poin penting dalam mengurangi kemacetan. Langkah kecil seseorang bisa secara signifikan berdampak luas dan mempengaruhi individu lainnya. Faktanya, jika pemerintah sudah menyiapkan segala fasilitas, semua kembali lagi kepada masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat pelaku transportasi menjadi kunci penting. Secara spesifik, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mengurangi kemacetan Mengurangi jumlah atau jarak perjalanan hal ini dapat dilakukan dengan dengan membuat aktivitas lebih dekat dari lokasi tempat tinggal, atau mengganti aktivitas dengan menggunakan teknologi komunikasi seperti telepon seluler pintar. Dengan hal ini diharapkan jumlah perjalanan dan jarak perjalanan akan berkurang sehingga kemacetan dan emisi transportasi akan berkurang. Menggunakan angkutan umum menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta akan mengurangi penggunaan angkutan pribadi, sehingga perpindahan emisi oleh angkutan pribadi tergantikan oleh angkutan umum yang lebih ramah lingkungan. Keberhasilan implementasi dari pembangunan infrastruktur transportasi dan kebijakan perihal pengelolaan permintaan transportasi bergantung pada semua pihak, baik penyedia layanan yang memastikan kualitas pelayanan, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan. Perlu diingat bahwa target untuk mencapai kota yang layak dengan transportasi berkelanjutan perlu dipahami dan diupayakan oleh semua orang. Franklin Ronaldo dan Muhamad Rizki berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

kemacetan dan masa depan kota