View LAW 101 at Tarumanagara University. Nama: Nadia Rafi Nabila Kelas: XII-IPS 1 NO: 24 1. Kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh
Perwilayahan( regionalisasi) adalah suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi atau penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Jawabanpilihan yang tepat adalah A. Pembahasan: Kelompok Wilayah Formal Berdasarkan Bentuk Lahan Ditunjukkan Oleh Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki kenampakan alam yang dominan sama dan seragam. Pada pilihan tersebut yang memiliki kenampakan sama adalah daerah karst, dataran aluvial dan gumuk pasir yang sama-sama kenampakan alam.
Kelompokwilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh kolom. HM H. Mahmud Master Teacher Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia Jawaban terverifikasi Jawaban pilihan yang tepat adalah A. Pembahasan Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki kenampakan alam yang dominan sama dan seragam.
memilikipenggunaan lahan berpola umum. berupa aktivitas industri dan pertanian SURVEY . 30 seconds . Report an issue . Q. Kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh answer choices . Daerah Karst- Dataran Aluvial-Gumuk Pasir. Wilayah fungsional ditunjukkan oleh nomor answer choices . 1) dan 2) 1) dan 3) 2
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Dalam perwilayahan ada beberapa model yang berkembang. Model ini berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Model tersebut antara lain adalah sebagai berikut a Uniform Region Wilayah Formal Uniform region atau region statis yaitu region yang dibentuk oleh adanya kesamaan kenampakan, termasuk iklim, vegetasi, tanah, landform, pertanian atau penggunaan lahan. Uniform region juga disebut dengan wilayah formal. Homogenitas dari wilayah formal dapat ditinjau berdasarkan kriteria fisik atau alam ataupun kriteria sosial budaya. Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi. Uniform Region atau wilayah formal dicirikan oleh sesuatu yang dimiliki atau melekat pada manusia dan alam secara umum, seperti bahasa tertentu yang digunakan penduduk, agama, kebangsaan, budaya, dan identitas politik serta tipe iklim tertentu, bentuk lahan, dan vegetasi. Contohnya Di beberapa daerah pertanian yang memiliki kesamaan iklim, luas, hidrologi, dan budaya yang sama, Wilayah perikanan tambak di pantai Utara Jawa memiliki banyak kesamaan antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya. b Nodal Region Wilayah Fungsional Wilayah Nodal Nodal Region adalah suatu wilayah yang diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang di hubungkan melalui garis melingkar. Wilayah Nodal secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat inti dan daerah belakangnya interland. Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi, barang dan jasa, atau pun komunikasi dan transportasi. Wilayah Nodal dikatakan dinamis sebab didefinisikan sebagai gerakan bukan objek yang statis dan terdapat fungsi suatu tempat sebagai pusat sirkulasi. Hubungan antarpusat kegiatan pada umumnya dicirikan dengan adanya arus transportasi dan komunikasi yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan dan perkembangan dari setiap wilayah tersebut. Terdapat 4 unsur yang esensial dalam struktur regional nodal, yaitu 1 adanya arus barang, ide/gagasan dan manusia 2 adanya node/pusat yang menjadi pusat pertemuan arus tersebut secara terorganisir 3 adanya wilayah yang makin meluas 4 adanya jarring-jaring rute tempat tukar menukar berlangsung Dilihat dari konsep nodal region, wilayah perkotaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu sebagai berikut a. Nodus atau inti yang merupakan pusat kota city. b. Internal area hinterland yaitu wilayah sekitar kota yang fungsinya memasok kebutuhan harian kota tersebut. c. Eksternal area yang merupakan jalur penghubung antara kota wilayah pemasok kebutuhan kota tersebut. Wilayah yang termasuk dalam suatu nodal region sering kali dihubungkan dengan garis-garis konsentrik lingkaran Contoh Pada awal perkembangannya, Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi merupakan kota-kota yang terpisah dan tidak saling mempengaruhi. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan Kota Jakarta, kota di sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor menjadi wilayah penyangga bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Jakarta. Dalam pengertian lain, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor merupakan suatu wilayah fungsional bagi pertumbuhan dan perkembangan Jakarta. Demikian pula dengan Jakarta merupakan wilayah fungsional bagi pertumbuhan dan perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya termasuk Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi. c Generic Region Generic region adalah wilayah yang di klasifikasikan berdasarkan jenisnya sehingga fungsi wilayah yang bersangkutan diabaikan, misalnya wilayah iklim tropik, wilayah iklim sedang, wilayah vegetasi, wilayah hutan daun jarum, wilayah hutan patai, dan wilayah perkebunan teh. Penggolongan wilayah ini didasarkan pada kenampakan jenis tertentu, misal di wilayah hutan hujan tropis tropical rain forest, yang di tonjolkan hanyalah salah satu jenis flora tertentu di hutan tersebut, seperti flora anggrek. d Specific Region Specific Region yaitu wilayah berdasarkan kekhususan sehingga merupakan daerah tunggal yang mempunyai ciri-ciri tersendiri misalnya wilayah waktu, waktu Indonesia bagian barat, waktu Indonesia tengah, dan wilayah waktu Indonesia timur, wilayah fisiografi jawa menurut Van Bammelen dibagi menjadi 3 zone utara, zona tengah, dan zona selatan. Contoh dari spesific region a Wilayah Asia Tenggara, di mana daeraah ini merupakan daerah tunggal dan mempunyai ciri-ciri geografi yang khusus, seperti dalam hal lokasi, penduduk, adat-istiadat, bahasa, dan lain sebagainya. b Wilayah waktu Indonesia bagian Timur, di mana daerah ini merupakan daerah tunggal dan mempunyai cirri khusus, yaitu yang lokasinya di Indonesia bagian timur c Wilayah daerah penangkapan udang laut di Indonesia mempunyai ciri khusus. Lokasinya sepanjang pantai hutan bakau atau laut yang pantainya tidak begitu dalam dan reliefnya bercelah-celah yang cocok untuk sarang udang.
Uploaded byhiazatul fauziah 0% found this document useful 0 votes235 views19 pagesDescriptionSOAL KELAS XII IPSCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes235 views19 pagesPEWILAYAHANUploaded byhiazatul fauziah DescriptionSOAL KELAS XII IPSFull descriptionJump to Page You are on page 1of 19Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 7 to 17 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Materi Wilayah, Konsep Wilayah, Perwilayahan, dan Teori Pertumbuhan Tingkat kesulitan C2 1. Geografi mengartikan wilayah sebagai...... A. Daerah administrasi berupa provinsi B. Kota di bawah provinsi secara administratif C. Kabupaten di bawah provinsi secara administratif D. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang berbeda dengan wilayah sekitarnya E. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang tidak berbeda dengan wilayah sekitarnya Tingkat kesulitan C2 2. Formal region adalah wilayah yang terbentuk karena adanya.... A. Kenampakan yang sama B. Kenampakan hampir sama C. Perbedaan Kenampakan D. Perbedaan Kondisi Alam E. Alam budaya yang berbeda Tingkat kesulitan C2 3. Wilayah fungsional bersifat lebih dinamis dibandingkan wilayah formal. Alasan yang mendasari kondisi tersebut adalah wilayah fungsional memiliki karakteristik..... A. Berkembang di daerah yang memiliki jenis tanah yang sama B. Lebih menekankan pada aspek perkembangan wilayah C. Mengembangkan satu jenis usaha unggulan D. Memiliki penggunaan lahan berpola umum E. Berupa aktivitas industri dan pertanian Tingkat kesulitan C2 4. Kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh kolom A. Daerah Karst Dataran Aluvial Gumuk Pasir B. Hutan Hujan Gutan Musim Pemukiman C. Sawah Pemukiman Sabana D. Lembah Sawah Pemukiman E. Gunung Dataran Aluvial Pemukiman Tingkat kesulitan C2 5. Perhatikan wilayah berikut ini ! 1 Provinsi 2 Kota 3 Kota perbelanjaan 4 Daerah hutan Wilayah fungsional ditunjukkan oleh nomor..... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4 Tingkat kesulitan C3 6. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini ! 1 Memiliki batas-batas administrasi 2 Memiliki pemerintahan yang berdaulat 3 Memiliki status hukum 4 Dipimpin seorang kepala pemerintahan Klasifikasi wilayah formal sesuai pernyataan di atas didasarkan pada kondisi..... A. Ekonomi B. Adat C. Pertumbuhan D. Pembangunan E. Politik Tingkat kesulitan C2 7. Perhatikan wilayah formal di bawah ini! 1 Pegunungan 2 Kawasan industri 3 Perbukitan kapur 4 Kawasan pertanian 5 Dataran rendah 6 Kawasan perkebunan Wilayah formal yang bersifat sosial ekonomi ditunjukkan oleh nomor...... A. 1, 2, dan 3 B. 2, 3, dan 4 C. 2, 4, dan 6 D. 3, 4, dan 5 E. 4, 5, dan 6 Tingkat kesulitan C2 8. Wilayah fungsional terbentuk karena adanya..... A. Beberapa pusat kegiatan yang saling berhubungan B. Pembagian wilayah administrasi suatu negara C. Pemusatan penduduk pada suatu wilayah D. Pemberian kekuasaan kepada seorang pemimpin E. Kebutuhan manusia yang beraneka ragam Tingkat kesulitan C2 9. Perwilayahan yang didasarkan oleh fenomena geografi ditunjukkan oleh kolom A. Informal Formal Fungsional B. Regional Global Kewilayahan C. Pegunungan Dataran rendah Pantai D. Sumber Daya Kemampuan Fasilitas E. Tenaga Kerja Sumber daya Fasilitas Tingkat kesulitan C2 10. Usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pewilayahan adalah..... A. menentukan garis lintang di permukaan bumi B. mengelompokkan kawasan di muka bumi C. menggeser patok tapal batas negara lain D. memperkirakan wilayah tertentu E. mengekpansi negara-negara tertentu Tingkat kesulitan C3 11. Perhatikan indikator berikut ini ! 1 wilayah kompleks instansi pemerintahan 2 wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi 3 wilayah pusat perdagangan 4 wilayah pusat pendidikan 5 wilayah kaya sumber daya alam Wilayah yang berkembang menjadi pusat pertumbuhan harus memiliki daya dukung yang memadai. Indikator yang mendukung suatu wilayah dapat dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan ditunjukkan oleh nomor...... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 5 C. 2, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 5 E. 3, 4, dan 5 Tingkat kesulitan C2 12. Pusat pertumbuhan dirancang untuk mendorong pengembangan kawasan sekitarnya, khususnya dalam hal perkembangan ekonomi. Salah satu pengaruh pusat pertumbuhan terhadap bidang ekonomi adalah..... A. meningkatkan asimilasi dan akulturasi B. meningkatkan mobilitas penduduk C. Arus informasi dan komunikasi semakin terbuka D. Pemanfaatan sumber daya semakin optimal E. Munculnya berbagai jenis mata pencaharian baru Tingkat kesulitan C2 13. Pengaruh pusat pertumbuhan sebagai berikut 1 mengoptimalkan eksploitasi SDA 2 meningkatkan pertumbuhan penduduk 3 mendorong pergeseran nilai di masyarakat 4 mendorong bergesernya status sosial 5 mendorong terbentuknya jiwa wirausaha Pengaruh pusat pertumbuhan terhadap sosial budaya masyarakat ditunjukkan pada nomor...... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 5 C. 2, 3, dan 4 D. 2, 4, dan 5 E. 3, 4, dan 5 Tingkat kesulitan C2 14. Perhatikan pernyataan berikut ini ! 1 lokasi pusat pemerintahan 2 wilayah pusat pelayanan berupa pasar yang responsif terhadap ketersediaan barang dan jasa 3 konsumen di tempat yang lebih kecil terbagi ke dalam tiga kelompok 4 mampu memberikan kemampuan rute lalu lintas yang paling efisien 5 sering disebut kasus pasar optimal Ciri-ciri wilayah pusat pertumbuhan berhirarki tiga ditunjukkan oleh nomor...... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 5 C. 2, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 5 E. 3, 4, dan 5 Tingkat kesulitan C2 15. Menurut tempat sentral, ciri kota yang dapat menjadi pusat pertumbuhan adalah..... A. miskin dan terbelakang B. terletak di daerah gersang C. alami dan baru terbentuk D. memiliki banyak penduduk E. sebagai ibu kota pemerintahan Tingkat kesulitan C2 16. Perhatikan hal-hal berikut! 1 usaha warung makan 2 toko sepatu 3 peternakan ular 4 industri penyamakan kulit 5 penyewaan rumah kost kekuatan sentripetal yang dihasilkan dari pembangunan industri sepatu kulit ditunjukkan oleh nomor..... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 5 C. 2, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 5 E. 3, 4, dan 5 Tingkat kesulitan C2 17. Pembentukan pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia bertujuan untuk......... A. memfokuskan pembangunan pada wilayah yang masih terbelakang B. merangsang perpindahan penduduk dari daerah miskin ke daerah sejahtera C. mengalihkan pusat orientasi industri dan teknologi dari satu kota ke kota lainnya D. mengeksploitasi SDA daerah tertentu untuk kepentingan industri E. memunculkan wilayah maju yang mampu memicu pembangunan wilayah sekitar Baca Pusat-pusat Pertumbuhan di Indonesia Tingkat kesulitan C2 18. Dampak positif pembentukan pusat pertumbuhan bagi suatu negara adalah...... A. mempermudah pelayanan kepada masyarakat B. mempercepat kemajuan daerah terpencilC. memperlancar pemasaran hasil industri D. menunjang sektor industri dan sosialE. menarik wisatawan asing Tingkat kesulitan C2 19. Wilayah yang mengalami penurunan tingkat ekonomi daerah dan daerahnya sulit berkembang. Daerah ini biasanya tertekan secara sosial dan ekonomi sehingga cenderung menjadi daerah yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya. Wilayah tersebut termasuk dalam...... A. core region B. resource region C. development axes D. special problem region E. depresed region Tingkat kesulitan C2 20. Perkembangan pembangunan di pusat pertumbuhan yang pesat dapat mendorong arus urbanisasi dari wilayah luar pusat pertumbuhan. Solusi untuk penanganan tingginya arus urbanisasi ke pusat pertumbuhan yaitu..... A. penguatan adat istiadat di daerah B. pembangunan fasilitas pendidikan di kota C. pemusatan daerah industri di daerah kota D. pengembangan fasilitas umum di pusat pertumbuhan E. penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah Tingkat kesulitan C3 21. Perhatikan tabel di bawah ini ! Wilayah Jumlah jalan Jumlah kota P 7 4 Q 18 20 R 8 4 S 11 5 T 12 9 Berdasarkan teori yang dikemukkan oleh Kansky, konektivitas tertinggi terdapat di wilayah....... A. P B. Q C. R D. S E. T Baca Daya Dukung Pertumbuhan Wilayah Tingkat kesulitan C4 22. Jumlah penduduk kota P= dan penduduk kota Q = jiwa, dan jarak antara kedua kota sejauh 30 km. Seorang investor akan membangun pusat perbelanjaan di antara kedua kota tersebut. Sebaiknya berlokasi pada jarak............. dari kota P ke arah kota Q. A. 9,50 km B. 10,99 km C. 12,05 D. 15,90 E. 19,01 Baca Daya Dukung Pertumbuhan Wilayah Tingkat kesulitan C4 23. Salah satu program pemerintah dalam pembangunan adalah pengembangan industri. Arah kebijakan pemerintah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara industri merupakan kebijakan yang strategis karena...... A. masyarakat menjadi lebih konsumtif sehingga mampu meningkatkan pasar B. penguasaan teknologi meningkat sehingga mampu bersaing dengan negara maju C. lapangan kerja menjadi luas sehingga struktur perekonomian lebih berkembang D. banyaknya barang hasil industri menjadi pola hidup masyarakat lebih modern E. sektor pertanian yang kurang menguntungkan lebih tergantikan dengan industri Tingkat kesulitan C2 24. Pembangunan prasarana transportasi antar wilayah memberikan pengaruh terhadap interaksi keruangan berupa unsur....... A. mobilitas B. aksesibilitas C. komplementaritas D. tranferbilitas E. intervening opportunity Tingkat kesulitan C3 25. Beberapa pusat pertumbuhan baru di Indonesia yang muncul karena potensi gas alam ditunjukkan pada baris....... A Natuna Jambi B Palembang Jambi C Cilacap Soroako D Balikpapan Pekanbaru E Arun Bontang
Pengertian dari wilayah yaitu tempat yang berada di permukaan bumi, memiliki karakteristik yang khas sehingga bisa dibedakan dari wilayah – wilayah lain. Di dalam ilmu geografi, wilayah adalah region seperti wilayah industri yang bisa dibedakan dengan wilayah nonindustri. Sebuah wilayah harus memiliki karakteristik yaitu kesamaan atau homogenitas tertentu. Karakteristik tersebut berupa, aspek fisik yaitu adanya perbedaan kondisi alam, aspek sosial budaya merupakan kemampuan penguasaan teknologi dan informasi serta kebudayaan, dan juga perpaduan dari beberapa sendiri merupakan suatu kesatuan ekosistem yang terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Keseluruhan komponen tersebut saling berinteraksi di dalam wilayah. Interaksi tersebut mengakibatkan timbulnya perbedaan anatara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Jika dilihat dari segi ukuran pasti akan memiliki perbedaan, luas maupun wilayah bisa dibedakan menjadi wilayah internasional meliputi beberapa negara kesamaan dalam struktur alam dan manusia, seperti Wilayah Asia Tenggara. Dan wilayah nasional yaitu wilayah sebagian dari negara kesamaan struktur alam dan manusia, seperti pantai Utara Jawa. Oleh karena itu, konsep wilayah ini sangat penting dipelajari di geografi, sebab konsep dasar ini digunakan untuk menganalisis dan memahami interaksi keruangan, barang dan jasa serta perubahan – perubahan perwilayahan sendiri merupakan metode untuk menerapkan konsep wilayah dalam skala yang luas untuk mengklasifikasikan bentang bumi. Sehingga bentang bumi bisa dibatasi oleh kawasan negara kawasan laut maupun kawasan darat, maksudnya bentang bumi terdiri atas bentang darat dan bentang laut kecuali bagi negara yang tidak memiliki bentang laut. Dan dapat disimpulkan jika perwilayahan adalah penerapan dari konsep Dan Klasifikasi Wilayah Dan PerwilayahanSecara ilmu geografi, wilayah dibedakan menjadiWilayah FormalBisa disebut juga wilayah Uniform, merupakan wilayah yang dibentuk oleh kesamaan kenampakan. Kenampakan kesamaan tersebut dapat dilihat dari vegetasi, bentuk muka bumi, iklim, penggunaan lahan atau tata guna lahan dan lain sebagainya. Setiap wilayah dibatasi oleh batas yang jelas misal sungai, jalan, sela dan lain – FungsionalKonsep wilayah ini terlihat dari adanya pola keragaman di dalam wilayah. Pada batasan tertentu, tercipta suatu kesatuan hubungan dan pola kebergantungan yang terkontrol oleh sebuah titik pusat. Wilayah ini cukup dinamis sebab terdapat gerakan ke dan dari suatu konsep wilayah paling klasik yang membahas tentang tipologi wilayah dan membagi konsep wilayah menjadi 5 kategori, antara lainWilayah HomogenMerupakan suatu wilayah yang dilihat dari beberapa aspek memiliki ciri – ciri atau sifat yang cukup sama. Ciri kesamaan tersebut atau homogenitas tersebut dapat dilihat dari, segi ekonomi berupa tempat atau daerah yang mempunyai struktur konsumsi dan produksi yang homogen, tingkat kemiskinan atau pendapatan rendah, mata pencaharian dan lain sebagainya. Segi geografi yang berupa kesamaan dalam hal topografi atau iklim, suku, kepercayaan dan lain – lain. Wilayah homogen memiliki batasan keseragaman secara NodalAdalah wilayah secara fungsional memiliki ketergantungan terhadap pusat atau inti dengan daerah yang berada di belakangnya atau interland. Ketergantungan dapat dilihat dari arus penduduk, barang dan jasa, komunikasi hingga transportasi. Terdapat batasan di dalam wilayah nodal yang ditentukan dari sejauh mana pengaruh suatu kegiatan ekonomi jika diganti oleh pengaruh yang berasal dari pusat kegiatan wilayah homogen dengan wilayah nodal masing – masing memiliki peran tersendiri di dalam tatanan masyarakat. Peran tersebut terlihat sangat jelas di arus perdagangan. Di wilayah homogen, jika terdapat suatu out put yang bisa diekspor secara bersamaan wilayah homogen akan mengalami surplus out put, maka akan kecil kemungkinan barang out put tersebut untuk diperdagangkan secara ini disebabkan karena barang relatif sama. Sedangkan untuk wilayah nodal, kegiatan perdagangan harus terjadi dan biasanya daerah belakang interland menjual barang mentah ataupun jasa ke daerah pusat, sedangkan dari daerah pusat akan menjual barang jadi ke daerah PerencanaanMerupakan wilayah yang terdapat kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah ini bisa dikatakan termasuk wilayah yang besar sehingga ada kemungkinan untuk terjadi perubahan – perubahan yang sangat penting seperti ketersediaan lapangan pekerjaan dan persebaran jumlah penduduk dan sangat sulit melakukan perencanaan dalam menghadapi persoalan. Wilayah perencanaan harus mempunyai ciri – ciriCukup besar dalam mengambil suatu keputusan investasi berskala mengubah industri yang dimiliki dengan tenaga kerja yang tersedia di dalam struktur ekonomi yang sama atau kesadaran bersama pada masyarakatnya untuk menghadapi setidaknya satu titik suatu cara pendekatan dalam melakukan perencanaan AdministratifSuatu wilayah yang memiliki batas di mana batas tersebut ditentukan berdasarkan administrasi pemerintah ataupun politik seperti RT/RW, kelurahan atau desa, kecamatan, kabupaten atau kota, hingga provinsi. Dalam membahas pembangunan wilayah, wilayah administratif merupakan wilayah yang sering digunakan, hal ini disebabkan oleh 2 faktor yaitu, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan kebijakan dan rencana pembangunan wilayah. Sehingga akan lebih mudah jika pembangunan wilayah didasarkan pada wilayah administratif yang sudah ada sebelumnya. Faktor kedua yaitu lebih mudah melakukan analisis, sebab dalam mengumpulkan data berdasarkan pada wilayah Administratif – PolitisWilayah yang berdasarkan pada kenyataan bahwa wilayah yang dimaksud berada di dalam kesatuan politis yang pada umumnya dipimpin oleh kelembagaan atau birokrasi dengan otonomi tertentu. Wilayah ini sering dikenal dengan sebutan wilayah otonomi, yang berarti wilayah mempunyai otoritas untuk mengatur kebijakan dan keputusan dalam mengelola sumber daya yang tersedia di wilayahnya berhubungan dengan klasifikasi di atas, jika berdasarkan dari fase kemajuan perekonomian, wilayah dibagi menjadiFase Pertama, sebuah wilayah formal yang memiliki keseragaman atau homogenitas. Wilayah formal sendiri merupakan suatu wilayah geografik yang mempunyai keseragaman berdasarkan kriteria tertentu. Keseragaman bisa dilihat dari kondisi fisik geografi, sosial, ekonomi, hingga Kedua, yang merupakan wilayah fungsional dan memiliki koherensi serta interdependensi fungsional, dan juga saling berhubungan antar bagian di dalam wilayah Ketiga, suatu wilayah perencanaan, terdapat koherensi atau kesatuan keputusan penjelasan mengenai konsep wilayah. Semoga bisa bermanfaat.
Wilayah formal adalah bagian dari perwilayahan yang dihuni oleh orang-orang yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama. Karakteristik bersama mungkin merupakan bahasa umum, kegiatan ekonomi, seperti produksi tanaman tertentu, atau karakteristik fisik, seperti iklim suatu daerah. Sedangkan untuk arti wilayah fungsional adalah wilayah yang diorganisasikan untuk berfungsi secara politis, sosial, dan ekonomis sebagai satu kesatuan. Daerah fungsional dipusatkan pada titik fokus yang menghubungkan daerah lain dengan berbagai sistem, seperti transportasi, komunikasi, atau kegiatan ekonomi. Kota dapat dianggap sebagai wilayah fungsional karena jalan raya, jalur kereta api, kereta bawah tanah, dan bus memindahkan orang dari pinggiran kota ke daerah pusat kota. Wilayah dan perwilayahan adalah area kohesif yang homogen dalam kriteria penetapan tertentu dan dibedakan dari daerah atau wilayah lainnya dengan berbagai kriteria. Konstruksi intelektual yang diciptakan oleh pemilihan fitur yang relevan dengan masalah tertentu dan mengabaikan fitur lain yang dianggap tidak relevan. Batas wilayah ditentukan oleh homogenitas dan kekompakan bagian. Konsep pusat pertumbuhan wilayah formal dan fungsional saat ini digunakan dalam analisis, perencanaan, dan administrasi banyak program publik nasional dan internasional. Regionalisme, atau kesadaran regional, korelasi ideologis dari konsep yang berkembang dari rasa identitas di dalam kawasan, penting dalam banyak analisis historis, politik, dan sosiologis. Dalam hal ini, misalnya wilayah dalam arti desa dengan wilayah kota, keduanya memiliki hubungan saling ketergantungan, desa berfungsi sebagai pemasok bahan baku ke kota, sedangkan kota berfungsi sebagai pusat melayani kebutuhan berupa hasil industri ke penduduk desa. Contoh Wilayah Formal dan Fungsional Adapun untuk memberikan penjelasan lebih lengkap berikut ragam contoh yang dapat dikemukakan untuk wilayah fungsional dan formal. Antara lain; Wilayah Formal Wilayah Formal Wilayah formal banyak ditandai dengan asosiasi areal yang ditandai dengan kenampakan fisik alam, biotik kehidupan, dan sosial kemasyarakatan, diantaranya yaitu Wilayah formal berdasarkan kenampakan areal fisik Misalnya Gunung dan pegunungan Sungai, DAS, dan rawa Relief berbentuk antiklinal, sinklinal, patahan, dan lipatan Wilayah formal berdasarkan kenampakan arealbiotik Misalnya Hutan-hutan. Daerah pertanian dan perkebunan. Daerah sawah, tegal, dan ladang. Wilayah formal berdasarkan kenampakan areal sosial Misalnya Kelompok RT, RW, dan kelurahan. Golongan masyarakat desa dan masyarakat kota. Golongan bangsa kulit putih dan kulit hitam. Wilayah Fungsional Wilayah Fungsional Contoh wilayah fungsional, antara lain Wilayah Metropolitan Contoh terbesar dari wilayah fungsional adalah wilayah metropolitan, dan kita dapat memikirkan kota yang menjadi basis metropolitan sebagai pusat atau titik fokus wilayah tersebut. Kota utama dalam area metropolitan adalah tempat sebagian besar perdagangan dan aktivitas berlangsung, menjadi bagian terpadat dari wilayah fungsional. Pusat kota terhubung ke bagian terluar wilayah dengan rute transportasi, rute perdagangan, dan komunikasi. Orang-orang bepergian setiap hari dari daerah sekitarnya ke kota untuk melakukan kegiatan ekonomi di pusat kota. Pusat kota yang mengelilingi wilayah metropolitan dapat melakukan banyak fungsi berbeda seperti pendidikan, pekerjaan, dan hiburan. Distrik Sekolah Distrik sekolah dapat dianggap sebagai daerah fungsional yang berpusat di sekitar sekolah didasarkan pada sejumlah sekolah tertentu, yang merupakan pusat untuk wilayah fungsional. Berbagai sekolah dan distrik sekolah akan melayani anak-anak dari lingkungan sekitarnya, berdasarkan faktor-faktor seperti populasi dan lokasi geografis. Para siswa harus pergi ke sekolah mereka setiap hari, dan sejumlah rute transportasi yang berbeda menghubungkan hub pusat sekolah ke rumah-rumah para siswa dan daerah sekitarnya. Kehadiran sekolah dalam jumlah yang lebih besar sering kali menarik lebih banyak penduduk ke suatu daerah, sehingga distrik sekolah tetap terikat dengan pertumbuhan populasi di wilayah geografis yang lebih luas. Sementara sekolah dapat berpotensi melayani berbagai siswa dari berbagai latar belakang dan etnis, analisis demografi distrik sekolah menunjukkan bahwa distrik sekolah sering jauh lebih homogen daripada kota, negara bagian, dan kabupaten secara keseluruhan. Bank Cabang Bank cabang ada untuk memberikan layanan kepada orang-orang yang tinggal jauh dari kantor pusat atau cabang rumah bank, menangani transaksi perbankan untuk orang-orang di rumah di komunitas mereka sendiri. Dalam sistem perbankan cabang, bank utama akan membuat banyak cabang berbeda yang mencakup berbagai wilayah geografis sesuai dengan kebutuhan penduduk di wilayah tersebut. Bank cabang dapat dianggap sebagai wilayah fungsional karena bank utama berfungsi sebagai titik fokus atau pusat utama sistem, dan bank cabang yang didistribusikan di seluruh wilayah berinteraksi dengan bank utama. Perhatikan bahwa daerah fungsional dapat dibagi lagi menjadi daerah yang lebih contoh, cabang-cabang bank lokal bertindak sebagai pusat pusat subregion itu, meskipun mereka adalah bagian dari wilayah fungsional yang lebih besar yang mencakup seluruh perusahaan perbankan. Pusat Perbelanjaan/Department Store Department store dan pusat perbelanjaan adalah contoh daerah fungsional berdasarkan belanja untuk barang-barang material. Department storeberupaya melayani sebagai pusat utama bagi warga yang ingin membeli barang di wilayah geografis sekitarnya. Toko akan menargetkan warga yang tinggal paling dekat dengan toko, berharap dapat menarik mereka. Orang-orang yang berada sangat jauh dari jangkauan toko mungkin memilih untuk pergi ke department storelain untuk mendapatkan barang-barang yang mereka butuhkan. Department store terhubung ke rumah, bisnis, dan layanan di sekitarnya dengan jaringan transportasi dan rute perdagangan. Pusat perbelanjaan bekerja mirip dengan department store, tetapi alih-alih menjadi toko tunggal, mereka adalah konglomerasi dari banyak toko yang berbeda yang terletak di satu area. Pusat perbelanjaan itu sendiri adalah pusat utama dari wilayah fungsional, dan toko-toko di sana akan memanfaatkan kehadiran toko-toko lain untuk menarik perhatian pelanggan di wilayah sekitarnya. Pelabuhan Pelabuhan dan pelabuhan juga merupakan contoh daerah dapat dianggap sebagai pusat pusat wilayah pesisir. Pelabuhan sering menangani industri seperti perikanan dan perkapalan dan juga berfungsi sebagai basis operasi untuk penciptaan infrastruktur pelabuhan terhubung ke daerah sekitarnya dengan rute perdagangan dan rute komunikasi. Pelabuhan, seperti halnya bandara, melayani wilayah fungsional dengan menangani kedatangan dan kepergian orang di wilayah geografis. Bandara dan pelabuhan sering menyambut wisatawan ke suatu daerah, dan dengan meningkatnya jarak dari bandara, wisatawan akan memiliki pelabuhan lain yang dapat mereka manfaatkan. Kondisi juga berlaku untuk pelabuhan dan pelabuhan sebagai pusat pekerjaan. Karena jarak yang harus ditempuh seseorang ke pelabuhan atau pelabuhan untuk pekerjaan meningkat, orang menjadi lebih mungkin untuk mencari peluang kerja di tempat lain. Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan contoh-contoh wilayah formal dan wilayah fungsional yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi segenap pembaca. Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah
kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh